Abella Azzahra Seorang Mahasiswi Jurusan Pariwisata yang Sedang Menempuh Pendidikan di Salah Satu Universitas di indonesia

Tebing Breksi

3 min read

gambar tebing breksi

Objek wisata alam dan buatan di Indonesia tergolong sangat lengkap dibandingkan tempat lainnya. Meskipun terkenal memiliki pantai yang indah, ternyata beberapa tebing buatan yang ada di dalamnya juga bisa menjadi objek wisata. Salah satunya adalah Tebing Breksi di Yogyakarta.

Tebing yang terlihat sangat gersang dan panas ini kini menjadi salah satu destinasi tebing di Yogyakarta yang sangat menarik. Bahkan mantan presiden Amerika Serikat yakni Obama, sempat ingin mengunjungi tebing ini karena sempat viral di media sosial.

Sejarah Tebing Breksi

Tebing Breksi adalah kumpulan tebing yang berasal dari kapur breksi hasil endapan abu vulkanik. Pada awalnya, sekitar tahun 1980 tebing ini menjadi salah satu mata pencaharian masyarakat sekitar.

Karena berasal dari batu breksi yang bisa menjadi bahan bangunan, warga beramai-ramai melakukan penambangan di area ini. Hasil tambang selanjutnya dijual untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Namun, aktivitas penambangan harus berhenti total saat kawasan ini disepakati para ilmuwan sebagai area cagar budaya. Salah satu alasannya karena endapan abu vulkanik ini tergolong langka dan harus dilestarikan.

Sejak aktivitas penambangan terhenti, area ini malah tidak terurus. Untuk mengantisipasi hal tersebut, masyarakat berinisiatif untuk memodifikasi bukit agar lebih enak dilihat. Hasilnya, jadilah Bukit Breksi Jogja yang menakjubkan dan memiliki daya tarik khusus.

Harga Tiket Masuk Taman Tebing Breksi

Pada awalnya, untuk masuk ke Tebing Breksi pengunjung hanya perlu membayar seikhlasnya. Namun, sejak dikelola menjadi taman yang menarik, kini tiket masuk tebing dipatok menjadi Rp5.000,00 untuk wisatawan lokal, sementara tiket wisatawan mancanegara adalah Rp10.000,00.

Untuk biaya parkirnya juga bervariasi tergantung jenis kendaraan yang digunakan. Parkir motor dikenakan biaya Rp2.000,00. Untuk mobil atau kendaraan sejenis, biaya parkirnya adalah Rp5.000,00, sementara bus besar wajib membayar parkir Rp25.000,00.

Biaya ini tentu murni tiket masuk dan parkir saja. Untuk menikmati berbagai wahana ekstrem di tebing, harus membayar biaya tambahan yang sudah ditentukan oleh penunggu wahana tersebut.

Di Mana Lokasi Tebing Breksi Jogja?

Lokasi tebing ini tidak terlalu jauh dari pusat kota Yogyakarta, yakni berjarak sekitar 15 km. Alamat Tebing Breksi selengkapnya berada di Kabupaten Sleman, tepatnya di Kecamatan Prambanan dan masuk ke Desa Sambirejo.

Alamat ini masih berada satu kecamatan dengan objek wisata Candi Ratu Boko. Jadi, kalau kebetulan studi wisata di candi ini, bisa mampir ke Tebing Breksi.

Rute Menuju Tebing Breksi

Rute menuju lokasi tebing terbilang cukup mudah dibandingkan objek wisata gua dan air terjun yang cukup rumit. Jika Goa Jomblang bisa dimasuki dengan melewati jalan berkelok-kelok dan berbukit, maka Taman Breksi bisa dilihat langsung dari lokasi parkir.

Kalau Anda berangkat dari pusat kota Yogyakarta, akan lebih mudah jika menggunakan jalur utama di Jalan Raya Solo Yogyakarta. Sampai menemui pertigaan sebelum Pasar Kalasan, langsung putar balik ambil jalur kanan menuju Jalan Opak Raya.

Ikuti Jalan Opak sampai menemui KUA Prambanan dan pertigaan. Dari pertigaan ini, langsung belok kiri lewat Jalan Raya Payungan – Prambanan.
Ketika menemui perempatan Jalan Prambanan, belok kanan sampai menemui Jalan Candi Ijo. Dari Jalan inilah Anda akan menemui lokasi pintu masuk ke taman breksi.

Objek Wisata yang Menarik

Dari namanya, orang awam akan mengira bahwa Tebing Breksi ini hanya berupa tebing yang gersang dan panas. Padahal, di balik itu ada banyak objek wisata menarik yang membuatnya terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. Objek wisata tersebut meliputi:

1. Menyaksikan Tebing Breksi Sunset dari Atas Tebing

Lokasi tebing yang ada di dataran tinggi, membuatnya mudah digunakan untuk melihat berbagai pemandangan indah di bawahnya. Salah satu pemandangan yang paling ditunggu wisatawan adalah fenomena sunset.

Agar terlihat lebih jelas, wisatawan biasanya naik ke puncak tebing pada sore hari. Dari tempat inilah fenomena sunset terlihat sangat indah dan romantis.

2. Undakan Tangga Kapur yang Elegan

Tebing yang dulunya hanya berupa bukit batu, telah dibentuk menjadi wisata yang bisa dinaiki dengan mudah. Tampilan undakan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan seperti di Taman Sari Jogja.

Lebih dari itu, tangga kapur yang bernilai seni tinggi ini bisa dinaiki menuju puncak bukit. Dari anak tangganya, pengunjung bisa mengambil foto atau naik ke atas melatih kekuatan otot kaki.

3. Ukiran Raja Naga

Tidak hanya tangga yang tinggi, pada dinding-dinding yang membatasi tangga, sudah terdapat ukiran naga yang sangat besar. Ukiran ini dipahat dengan teliti pada dinding tebing. Ukurannya yang sangat besar tidak hanya bernilai seni, namun juga menarik sebagai tempat spot foto.

4. Menyaksikan Suasana Senja dan Malam dengan Sinar Lampu Tebing

Selain sunset, suasana senja dan malam hari di tebing ini juga sangat eksotis. Hal ini disebabkan karena dibalik dinding-dinding tebing, sudah disisipkan lampu. Jadi, saat senja dan petang pancaran lampunya akan terlihat sangat elegan dan menerangi suasana malam.

Keindahan suasana malam hari inilah yang membuat jam buka Tebing Breksi sampai pukul 08.00 malam.

5. Relief Wayang

Untuk meningkatkan nilai seni pada cagar budaya Tebing Breksi Jogja, pengelola wisata menggunakan seniman pahat untuk membuat relief wayang pada salah satu bagian dinding. Ukiran ini melengkapi hiasan dinding yang sebelumnya hanya menggunakan pahatan raja naga saja.

6. Melihat Berbagai Acara Khusus di Tlatar Seneng

Tlatar Seneng merupakan variasi yang dibuat pengelola wisata untuk mengisi kaki bukit agar tidak kosong dan monoton. Bentuknya menyerupai kumpulan tangga yang berbentuk setengah lingkaran. Sementara bagian tengahnya diisi dengan panggung berbentuk lingkaran.

Untuk mengurangi kesan gersang dan panas pada tebing, panggung ini dilapisi dengan tanaman rumput yang hijau. Pada pagi dan sore hari, lokasi ini cukup teduh untuk dijadikan area bersantai.

7. Sumber Lokasi Pentas Kesenian

Panggung yang dibuat di kaki bukit ini akhirnya dimanfaatkan berbagai pihak dari luar untuk menggelar berbagai event. Namun, karena area wisata didominasi oleh seni ukir, maka panggung di sini lebih banyak dimanfaatkan sebagai pentas dan pertunjukan berbagai kesenian.

Dengan begitu, suasana seni di lokasi bukit akan lebih senada dengan pagelaran seni yang dibuat oleh pihak tertentu.

8. Menikmati Hidangan Malam di Bawah Tebing

Agar lebih berwarna, di kaki bukit juga sudah disediakan kursi dan meja khusus untuk pengunjung yang ingin makan di restoran. Namun, karena tidak ada payung peneduh di atasnya, hidangan di sini bisa dinikmati pada sore ataupun malam hari.

9. Mencoba Panjat Tebing dan Sepeda Gunung

Jika bosan dengan kegiatan yang monoton, wisatawan bisa mencoba olahraga panjat tebing dan sepeda gunung di area bukit. Tentunya ada tarif tambahan yang harus dibayar untuk bisa menyewa fasilitas ini.

Fasilitas Pendukung

Sampai saat ini, tebing sudah dikelola dengan sangat apik serta dilengkapi berbagai fasilitas. Pembuatan fasilitas ini diharapkan bisa memberikan kepuasan kepada pengunjung yang datang ke sini. Beberapa fasilitas tersebut adalah:

  • Tempat parkir kendaraan yang terjamin aman
  • Kamar mandi dan toilet yang bersih
  • Mushola
  • Penjual makanan ringan dan minuman
  • Restoran kecil
  • Perlengkapan panjat tebing dan sepeda gunung

Walaupun wisata Tebing Breksi identik dengan tempat yang gersang, namun lokasi ini bisa menambah pengalaman wisata yang tidak biasa. Terlebih Tebing Breksi memiliki ukiran yang jarang ditemui di tempat lain. Anda bisa ke sini pada sore atau malam hari untuk menikmati keindahannya.

Abella Azzahra Seorang Mahasiswi Jurusan Pariwisata yang Sedang Menempuh Pendidikan di Salah Satu Universitas di indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *